Pasalnya, Paket bantuan sembako Perluasan 7 bulan senilai Rp. 1.400.000,-bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dikeluhkan oleh para KPM berkaitan dengan penyaluran beras yang berkutu dan sudah menggumpal
Seorang warga RW VIII, Aminah mengaku mendapatkan paket sembako, menurutnya beras yang saya terima sekarang berbeda kwalitas dan mutunya yang sekarang saya terima selain menggumpal juga berkutu
Warga yang lain, Kokom (55) menyatakan hal yang senada. Warga RW 6, mengungkapkan bahwa betul pak beras yang saya terima, sudah banyak yang mengumpal dan banyak kotoran dan agak menguning, ungkapnya kepada fbinews.net
Dari informasi yang dihimpun, diduga ada puluhan KPM program BPNT yang menerima paket sembako berasnya dengan kwalitas rendah, padahal dalam pedum seharusnya beras bantuan BPNT adalah kwalitas Premium(red)
Sementara itu, TKSK Ciampea Wiwik saat di hubungi via selulernya tidak menjawab, yang di pertanyakan sejauh mana TKSK sebagai pendamping, pengawasan 6T nya yaitu tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat harga, dan tepat administrasi
Salah seorang penerima bantuan, warga RW VII yang enggan di sebut namanya menuturkan, beras yang diterimanya merupakan kualitas rendah dan bila dimasak cepat basi. Meski demikian, ia tetap memasaknya lantaran tak punya pilihan lain.
"Tidak layak kalau di sebut beras premium mas, jelek berasnya. agak menguning ada kutunya dan menggumpal, kedepan kalau berasnya seperti itu, saya mau lihat dulu kalau masih seperti itu akan menolak untuk membelanjakan" Cetusnya







