Jumat, 24 Desember 2021

Penyaluran Sembako BPNT, Desa Bojongrangkas Terkesan di Kredit


CIAMPEA= Penyaluran Sembako di E-Warong desa Bojongrangkas Selasa, Rabu, Kamis ( 21/22/23) terkesan penyalurannya di Kredit, hal itu di ucapkan oleh beberapa KPM di desa Bojongrangkas

Menurut seorang warga inisial STM di kampung Warung Borong RT04, saya di kabari bahwa pada hari Selasa sudah bisa mengambil Sembako, seperti biasa sayapun langsung ke agen E- Warong tapi ternyata sampai tempat saya hanya bisa mengambil beras dan kacang ijo, sementara telurnya menunggu  setelah menunggu 2 Jam baru dapat telur dan ayam, sementara buahnya belum, sorenya saya datang lagi, tapi masih kurang yaitu tahu nya 

Dengan cara bulak balik itu selain menyita waktu juga transport, karena kepastian tidak jelas, hari kamis saya memutuskan tidak mengambil kekurangan tahu saya yang di amini oleh warga lain di RT yang Sama inisial ILS

Di wilayah RT3 RW VII, warga selaku KPM BPNT mengucapkan hal yang sama inti nya penyaluran tidak semua langsung kami menerima jadi kesannya kaya yang di kridit mas ucapnya ke wartawan fbinewsjabar.com

Selasa, 21 Desember 2021

Pekerjaan Billboard 6 Desa Di Kecamatan Tenjolaya Diduga Tidak Sesuai Spek




TENJOLAYA=  Pemerintah  Provinsi Jawa Barat tahun 2021 ini telah memberikan bantuan sebesar 17,5 juta rupiah kepada seluruh desa untuk pembuatan Billboard atau papan reklame yang berfungsi  untuk penyampaian informasi kepada masyarakat terkait program desa maupun program Pemprov Jabar.
Tujuh desa di Kecamatan Tenjolaya telah melaksanakan pekerjaan Billboard adalah  desa Cinangneng, Cibitungtengah, Situdaun, Tapos1, Tapos2, Gunung Malang dan desa Gunung Mulya, Ironisnya hanya desa Gunung Malang  yang sesuai Spek.

Dari pantauan Media fbinews ke lokasi pekerjaan Billboard milik Desa Cinangneng terlihat sudah selesai dikerjakan dipasang persis depan Poskamdes Namun pekerjaan Billboard tersebut diduga tidak memenuhi standar atau spesifikasi yang telah ditetapkan DPMD Provisi Jawa Barat.



Desa Cibitungtengah lebih parah lagi, Seperti yang terlihat jarak ketinggian tiang besi yang sebelumnya telah ditanam kedalam tanah  sekitar 1 meter dengan menggunakan cor beton, jaraknya hanya sekitar kurang dari 1 meter , padahal aturan ketinggian atau jarak dari permukaan tanah ke panel papan Billboard seharusnya 3 meter, dan panel Billboard ke atas 4 meter.

Sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan DPMD Provisi Jawa Barat, papan tiang Billboard harus menggunakan besi Galvanis hal ini supaya tidak cepat keropos, panel menggunakan besi holo dengan ketebalan 3 cm, dan plat alumunium dengan ketebalan 0,6 mm. Dengan ukuran Billboard 3 X 4 meter serta panjang tiang sekitar 8 meter dengan diameter 6 Inch.



Begitun di desa Tapos1,Tapos2, Gunung malang maupun Situdaun ketinggian Billboard dari tanah kurang dari 2meter
Sementara itu, Puad Wahyudi kades Tapos2, saat ditemui dirumahnya, Rabu ( 22/12/2021) dengan maksud minta komentar dan tanggapannya.Terkait pekerjaan Billboard di desa yangnya, Dirinya mengatakan bahwa ia mengaku tidak memahami juklak maupun juknis dan spesifikasi pekerjaan Billboard

” Saya tidak tahu spesifikasi pekerjaan Billboard itu seperti apa, tapi saya koordinasi dengan pak Sajili sebagai pendamping desa, dan ternyata pengerjaan dikerjakan oleh supendi Billboard Desa saya.”jelas Puad



Hal yang sama dikatakan Ja'i Sugandi kepala desa Situdaun, bahwa dia juga tidak tahu speck Billboard, makanya saya pasrahkan keorang yang mengerti speknya agar Koordinasi dengan Pendamping desa, dan kalau itu kurang ketinggiannya ya saya minta di tambah" ucapnya 
Saat awak media menghubungi Yenih Kasie Ekbang kecamatan, ia mengatakan saya sudah menghubungi pendamping desa Pak Sajili Agar pembangunan Billboard sesuai spek" katanya

Beberapa hari kemudian media fbinewsjabar.com menghubungi pendam[ing desa, ia menjawab itu yang mengerjakan pak supendi mas, jadi tolong hubungi pak Supendi, lantas sejauh mana tanggung jawab sebagai pendamping desa terhadap desa binaannya.

Kasdi Weno

Rabu, 20 Oktober 2021

KPM BPN Desa Bojongrangkas Merasa Puas


"Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah bantuan sosial pangan dalam bentuk non tunai dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan/e-warong" 



CIAMPEA= Penyaluaran Sembako, untuk KPM BPNT, desa Bojongrangkas, kemarin Rabu (20/10/2021) di peruntukan untuk para KPM yang selama ini Zero di rekening Bank, dan penyaluran bervariatif, ada yang cair 3bulan, 5 bulan bahkan ada yang 7 bulan "terang Pupu agen e-warong desa Bojongrangkas


Pembagian BPNT tersebut sesuai protokol kesehatan, tidak adanya antrian dan kerumunan, karena penerimanya di absen satu persatu, sehingga sangat tertib dan lancar tidak ada kendala hal yang tidak di inginkan.


Hasil pantauan relasi publik,” Kualitas dan kuantitas Komoditi yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di E-Warong yang dikelola oleh Pupu di Kampung Kertasari Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea, 


"Harga barang komponen BPNT dijual normal dan tidak melebihi HET, yakni beras kwalitas Premium 10 kg  Rp128 ribu, 25 butir telur Rp 32.ribu, buah My Fruit Pear Century Rp.18 ribu, kentang 0,75kg Rp. 13.500,-serta  kacang hijau Rp 8,500,-  dan total belanja sebesar Rp 200 ribu."


Menerut keterangan salah satu warga penerima BPNT Sari mengatakan," terimakasih terhadap pemerintahan dan E-Warong  yang sudah mengutamakan kualitas bahan pangan BPNT, kami sangat puas atas kualitas sembako yang kami terima."

 

Lanjut Sari, "untuk Komoditi sembako BPNT kualitasnya lumayan bagus dan memuaskan bagi kami harapan kedepanya seperti inilah yang harus di pertahankan, karena kualitasa seperti ini yang di inginkan masyarakat,” tandasnya.


 

“Pupu mengatakan, Alhamdullilah komuditi bagus, terimakasih terhadap pemasok, saya berharap seterusnya tetap menjaga kualitas dan kuantitas, untuk penyaluran bulan berikutnya."


Lanjut ia, "Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).KPM merasa puas karena kualitas pangan yang diterima dari supplier telah memenuhi prinsip 6 T (tepat sasaran, tepat harga, tepat waktu, tepat kuantitas, tepat administrasi, tepat jumlah dan tepat mutu,” jelasnya.


Pewarta : Kasdi Botak



BETONISASI SAMISADE DESA CIAMPEA KECAMATAN CIAMPEA "RAB MELANGIT"

 

CIAMPEA= Pelaksanaan program pembangunan infrastruktur jalan lingkungan desa program SAMISADE yang Bersumber dana dari APBD Kabupaten anggaran 2021, di Desa Ciampea Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sudah selsai pengerjaan


Salah satu nya Pengerjaan Betonisasi jalan Lingkungan Kampung Gedong Gang PLN,secara teknis.mekanisme dan protapnya, LPM selaku Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) tetap dilibatkan didalamnya. 


Betonisasi tersebut, melibat warga setempat di dalam nya sehingga apa yang dihimbau oleh bupati Bogor, direalisasikan oleh desa dengan cara swakelola  padat karya tunai

 

Pelaksanaan pekerjaan gelar betonisasi itu berjalan lancar, Namun hasil  pantauan FBI.News  anggaran nya Sangat tinggi, Pagu Anggaran Samisade senilai Rp 575,330,000,- dengan panjang 495.meter Lebar 3.meter ketebalan 0,18.meter Volume 267,3 M3


Jika di hitung per M3 nya amat signifikan tingginya, pasalnya pajak 11,5% X Rp 575,330,000,-  = Rp. 66,162,950,- sementara operasional senilai, TPK 5% X 575,330,000,-  = Rp. 28,766,500,- Pagu Netto Program Samisade desa Ciampea Kecamatan Ciampea sebesar Rp 575,330,000,- dikurangi (Rp. 66,162,950,- + = Rp. 28,766,500,-) 

Jadi Pagu Netto setelah terpotong pajak dan operasional TPK adalah Rp. 480,400,550,- artinya jatuh per M3 nya adalah Rp. 480,400,550,- /267,3 senilai Rp. 1797,233,632,- (Satu juta dua ratus tigapuluh tiga puluh tiga ribu,enam ratus tiga puluh dua rupiah)


Ironis sekali padahal, sebelum terealisasi program Samisade, tim peneliti kecamatan yang di bentuk oleh Camat, memeriksa dan mekoreksi yang layak dan tidak layak dan jika tidak layak di kembalikan ke desa untuk di revisi


Tapi mengapa terjadi RAB signifikan di desa Ciampea, tetap bisa lolos, padahal di desa ada pendamping desa, di kecamatan ada tim verifikasi tingkat kecamatan, sebelum desa mengerjakan dan saat pengerjaan ada monitoring yang di lakukan pihak Kecamatan. sejauh mana tim melakukan monitoring?


By, Kasdi Botak

Sabtu, 09 Oktober 2021

KPM Desa Bojongrangkas Kecewa Dapat Bansos BPNT Beras Tidak Tepat Kwalitas


BOGOR,fbinews.net=Paket program sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dikeluhkan oleh sejumlah warga di Desa Bojongrangkas Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

Pasalnya, Paket bantuan sembako Perluasan 7 bulan senilai Rp. 1.400.000,-bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM),  dikeluhkan oleh para KPM berkaitan dengan penyaluran beras yang berkutu dan sudah menggumpal

Seorang warga RW VIII, Aminah mengaku mendapatkan paket sembako, menurutnya beras yang saya terima sekarang berbeda kwalitas dan mutunya  yang sekarang saya terima selain menggumpal juga berkutu 

Warga yang lain, Kokom (55) menyatakan hal yang senada. Warga RW 6, mengungkapkan bahwa betul pak beras yang saya terima, sudah banyak yang mengumpal dan banyak kotoran dan agak menguning, ungkapnya kepada fbinews.net

Dari informasi yang dihimpun, diduga ada puluhan KPM program BPNT yang menerima paket sembako berasnya dengan kwalitas rendah, padahal dalam pedum seharusnya beras bantuan BPNT adalah kwalitas Premium(red)

Sementara itu, TKSK Ciampea Wiwik saat di hubungi via selulernya tidak menjawab, yang di pertanyakan sejauh mana TKSK sebagai pendamping, pengawasan 6T nya  yaitu tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat harga, dan tepat administrasi

Salah seorang penerima bantuan, warga RW VII yang enggan di sebut namanya menuturkan, beras yang diterimanya merupakan kualitas rendah dan bila dimasak cepat basi. Meski demikian, ia tetap memasaknya lantaran tak punya pilihan lain.

"Tidak layak kalau di sebut beras premium mas, jelek berasnya. agak menguning ada kutunya dan menggumpal, kedepan kalau berasnya seperti itu, saya mau lihat dulu kalau masih seperti itu akan menolak untuk membelanjakan" Cetusnya






Kamis, 07 Oktober 2021

Kecamatan Tenjolaya Terus Kejar 100 Persen Vaksinasi



TENJOLAYA= Kecamatan Tenjolaya  mengeber pelaksanaan vaksin di setiap Desa dan Sekolah. Farid Camat Tenjolaya terus mengintruksikan jajarannya untuk melaksanakan vaksin agar target 70 persen tercapai.


Diketahui, saat ini jumlah per 6 Oktober 2021 capainnya naik menjadi baru 30 persen sekitar 2. 535.000 juta jiwa. Tinggal sisanya 40 persen dari jumlah target 70 persen kurang lebih 4,2 juta orang.


Kasie Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Tenjolaya Ade Fijarsyah  Rohani mengatakan saat ini di Tenjolaya sendiri data yang sudah masuk per 10 September-1 Oktober 2021 itu mencapai 52, 87 persen. “Untuk target keseluruhan 81 ribu orang, saat ini baru mencapai diperkirakan 45 ribu orang,” kata Ade Kasie Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Tenjolaya.


Pihaknya terus akan melakukan pelaksanaan vaksin, agar target 70 persen bisa tercapai. Dirinya mengajak agar kades dan para kader terus melakukan vaksin setiap hari. “Saat ini sudah tidak ada lagi kendala, awalnya kekurangan tenaga kesehatan, namun semua sudah dicover dari pemerintah. Sehingga pelaksanaan vaksin bisa tercapai sesuai target,” terangnya.


Kepala Desa Cibadak Liya Muliya mengatakan untuk pencapaian target wajib vaksin di Desa Cibadak itu delapan ribu jiwa, saat ini sudah 4 ribu orang yang sudah divaksin. “Ya, Sudah 50 persen lebih, untuk pencapaian target vaksin di desa,” ungkapnya.


Ia menambahkan banyak dari warga yang tidak terdata di desa dikarenakan banyak dari mereka yang sudah vaksin di luar dari desa. “Jadi sebetulnya warga Cinadal yang audah divaksin sudah banyak,” ujarnya.



Saat ini kata dia, pelaksanaan vaksin di desa terus digeber. Di Desa Cibadak sudah enam kali pelaksanaan vaksin dengan target sehari seribu orang. “Saat ini sehari sudah 700 orang, terlihat ada peningkatan setiap pelaksanaannya,” kata 

Kamis, 30 September 2021

DUGAAN MARK UP BETONISASI JALAN SAMISADE DESA CEMPLANG

CIBUNGBULANG= Proyek pekerjaan SAMISADE betonisasi jalan di desa Cemplang, kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor Rampung di kerjakan Minggu yang lalu

.

"Anggaran pembangunan jalan betonisasi jalan di alokasikan di tiga titik, Anggaran ini  cukup besar jika kita mengacu pada volume pekerjaan tersebut, pekerjaan betonisasi desa Cemplang kuat dugaan di Mark Up 


Pasalnya Anggaran 40% Betonisasi jalan Samisade nilainya adalah Rp. 300.428.00,- jadi nilai 100% adalah 100/40 x Rp. 300.428.00,- Rp 751.070.500,- dengan pengerjaan Volume beton 221 M3


Titik ke1 Pengerjaan jalan beton di RT 13 RW 04, dengan pagu anggaran 40%nya senilai Rp. 101.951.000,- dengan Volume panjang 152meter  Lebar 2,5meter dengan ketebalan 0,20meter, Volumenya adalah 76M3


Titik ke2 Pengerjaan jalan beton di RT 26 RW 04, dengan pagu anggaran 40%nya senilai Rp. 105.951.000,- dengan Volume panjang 160meter  Lebar 2,5meter dengan ketebalan 0,20meter, Volumenya adalah 80M3


Titik ke3 Pengerjaan jalan beton di RT 15 RW 05, dengan pagu anggaran 40%nya senilai Rp. 93.441.200,- dengan Volume panjang 140meter  Lebar 2,5meter dengan ketebalan 0,20meter, Volumenya adalah 70M3


Kalau mengacu Anggaran pada papan proyek dari 3 titik Rp. 300.428.00,- jadi pagu 100%  adalah 100/40 x Rp. 300.428.00,- Rp 751.070.500,- dengan pengerjaan Volume beton 221 M3, 

Asumsinya, pajak 11,5% X  Rp 751.070.500,- =  Rp. 86.373.107,- Operasional TPK 5% X 751.070.500,- = Rp. 37.553.525,- jumlah pajak dan operasionl  Rp. 86.373.107,- +  Rp. 37.553.525,-= Rp. 123.926.832.-


Pagu Netto (Rp 751.070.500,- dikurangi Rp. 123.926.832.- )sama dengan Rp. 627.143.868,- jadi jatuh per M3 Rp. 627.143.868,- di bagi 221 = Rp 2.837.755,- Signifikan sekali RAB nya 


Ironis sekali karena Penyaluran Samisade tahap pertama adalah Mengacu Peraturan Desa tentang APBDesa tahun 2020;Selanjutnya tim peneliti kecamatan yang di bentuk oleh Camat, memeriksa dan mekoreksi yang layak dan tidak layak dan jika tidak layak di kembalikan ke desa (Perbup N0.6 Th 2020)

Tapi mengapa terjadi perbedaan yang signifikan  desa Cemplang dengan  Desa lain Di kecamatan Cibungbulang tetap bisa lolos, Padahal satu pendamping yang sama, tapi mengapa RAB jauh berbeda dan saat sebelum pengerjaanpun pihak kecamatan dalam hal ini tim peneliti sudah di berikan RAB nya Semoga Inspectorat daerah (Irda) Jeli Mengawasi ini 

{Kasdi Botak}

http://www.pengaduan.bogorkab.go.id/

PWI