Pasalnya kata ia, dari beberapa material barang yang digunakan seperti batu dan pemasangan bangunan irigasi diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Kata Pendi Sapaan akrab nya, ketika ia terjun ke lapangan melakukan kontrol dalam pekerjaan proyek tersebut, di anggap banyak kejanggalan baik itu dari material yang digunakan maupun dalam pelaksanaan mengerjakan bangunannya.
“Waktu kami meninjau pekerjaan proyek tersebut, dilokasi ada beberapa catatan material batu yang digunakan diduga tidak sesuai dengan RAB, hal ini dikarenakan batu yang digunakan memakai batu yang tidak jelas harga dan kualitasnya. Kedua pasangan bangunannya juga diduga dikerjakan asal-asalan, selain terlambat, spesifikasinya juga tidak sesuai dengan RAB, padahal anggaran proyek tersebut di anggarkan ratusan juta,”ungkap Pendi pada awak media.
Meski demikian, Pendi sangat mengapresiasi pada program P3-TGAI, karena program tersebut bisa sampai ke pelosok-pelosok daerah areal persawahan.
“Kami sebenarnya sangat mengapresiasi dengan adanya program tersebut, hal ini dikarenakan program yang bersumber dari APBN ini bisa sampai ke daerah-daerah pelosok persawahan yang sangat terpencil. Namun jangan karena lokasi proyek yang medan jalannya sulit untuk dikunjungi, malah pelaksanaan proyek tersebut dilaksanakan Asjad (Asal Jadi). Kami berharap pengawasan pada proyek harus Konsen agar program itu tidak ambrukadul oleh oknum-oknum yang ingin meraup keuntungan,” tegasnya.
Dari informasi yang dihimpun, proyek P3-TGAI merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Dirjen SDA dengan biaya Rp 195 juta per titik, dari sumber anggaran APBN yang tersebar di puluhan Lokasi di Kabupaten Bogor.={BOTAK)
Hasil Telusur
Hasil web
... Rakyat, Silahkan Kirim saran dan aduan untuk kemajuan negara kita tercinta. × ... Saran dan Aduan yang Anda kirim belum mendapatkan tindak lanjut dari ...
Anda telah mengunjungi halaman ini 2 kali. Kunjungan terakhir: 02/08/20
Tidak ada komentar:
Posting Komentar