Sabtu, 26 Januari 2019

Bantuan Pangan Non Tunai untuk Warga Miskin di Kecamatan Tenjolaya, Diduga Tak Sesuai



FBI NEWS Tenjolaya= Transformasi bantuan Sosial Beras Sejahtera ke Bantuan Pangan Non Tunai Tahun 2018 yang diterima warga KecamatanTenjolaya, Kabupaten Bogor  Jawa Barat, disoal.

Program Kemensos untuk menyalurkan bantuan beberapa kebutuhan pokok masyarakat melalui program BPNT, peserta KPM menerima bantuan sebesar  Rp 110 ribu perbulan. Pemerintah akan menyalurkan bantuan itu melalui rekening peserta KPM, yaitu dapat membeli bahan pangan di e-Warung.

Namun, di Tenjolaya bantuan non tunai pengganti bantuan Raskin tersebut diduga harganya tidak sesuai dengan nominal yang diterimakan. Hal tersebut oleh terpantau saat Fokus Bogor Barat  mempertanyakan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diberikan pada masyarakat miskin di Tenjolaya
.
“BNPT yang diberikan tiap keluarga miskin mendapat bantuan senilai Rp.110.000 perbulan yang bisa dibelikan barang kebutuhan pokok seperti beras dan telur di warung yang sudah ditunjuk. Namun ada beberapa persoalan, yaitu bantuan yang diterima masyarakat berupa beras 9 kilogram tanpa telur harganya hanya Rp. 81000” dengan amsumsi harga rp,9000/kg, Minggu (27/01/2019).

“Temuan di lapangan ada selisih Rp 29.000 setiap penerima dalam dari total bantuan Rp 110.000 setiap bulanya, seperti beras 9 kilogram harganya sekitar Rp 81.000,”.

“Jika diasumsikan dengan kalkulasi penerima BPNT di Kecamatan Tenjolaya sebanyak 3.660Kepala Keluarga (KK),  maka nilai kerugian negara sebesar Rp 106.140.000u per bulan,” paparnya.

Pihaknya meminta Dinas Sosial harus turun ke lapangan untuk memantau atau mengawasi barang Bantuan Pangan Non Tunai yang harus dibeli penerima. “Harus ada evaluasi secara menyeluruh, sehingga masyarakat miskin penerima bantuan pemerintah, harap Kasdi






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PWI