FBI NEWS Tenjolaya= Transformasi bantuan Sosial Beras Sejahtera ke
Bantuan Pangan Non Tunai Tahun 2018 yang diterima warga KecamatanTenjolaya, Kabupaten
Bogor Jawa Barat, disoal.
Program Kemensos untuk
menyalurkan bantuan beberapa kebutuhan pokok masyarakat melalui program BPNT,
peserta KPM menerima bantuan sebesar Rp 110 ribu perbulan. Pemerintah
akan menyalurkan bantuan itu melalui rekening peserta KPM, yaitu dapat membeli
bahan pangan di e-Warung.
Namun, di Tenjolaya bantuan
non tunai pengganti bantuan Raskin tersebut diduga harganya tidak sesuai dengan
nominal yang diterimakan. Hal tersebut oleh terpantau saat Fokus Bogor Barat mempertanyakan Bantuan Pangan Non
Tunai (BPNT) yang diberikan pada masyarakat miskin di Tenjolaya
.
“BNPT yang diberikan
tiap keluarga miskin mendapat bantuan senilai Rp.110.000 perbulan yang
bisa dibelikan barang kebutuhan pokok seperti beras dan telur di warung yang
sudah ditunjuk. Namun ada beberapa persoalan, yaitu bantuan yang diterima
masyarakat berupa beras 9 kilogram tanpa telur harganya hanya Rp. 81000” dengan
amsumsi harga rp,9000/kg, Minggu (27/01/2019).
“Temuan di lapangan
ada selisih Rp 29.000 setiap penerima dalam dari total bantuan Rp 110.000
setiap bulanya, seperti beras 9 kilogram harganya sekitar Rp 81.000,”.
“Jika diasumsikan
dengan kalkulasi penerima BPNT di Kecamatan Tenjolaya sebanyak 3.660Kepala Keluarga
(KK), maka nilai kerugian negara sebesar Rp 106.140.000u per bulan,”
paparnya.
Pihaknya meminta Dinas
Sosial harus turun ke lapangan untuk memantau atau mengawasi barang Bantuan
Pangan Non Tunai yang harus dibeli penerima. “Harus ada evaluasi secara
menyeluruh, sehingga masyarakat miskin penerima bantuan pemerintah, harap Kasdi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar